Islam merupakan agama risalah yang disertai dengan kitab panduan. Seseorang dapat dikatakan beragama bila tatacaranya berpegang pada kitab itu. Akan tetapi dalam memahami kitab panduan islam sendiri terjadi perbedaan, paling tidak ada empat pemahaman;
a. Ada yang mengatakan bahwa panduan islam itu hanya Al-Quran saja, sedangkan hadith sudah tidak dapat di gunakan lagi karena sudah tidak murni dan tercampur dengan pemikiran manusia. Pemahaman ini layaknya ingkar sunnah.
b. Ada yang mengatakan bahwa panduan islam itu Al-Quran dan hadith, jadi keduanya merupakan sumber utama dalam beragama.sehingga tidak boleh untuk menolak terhadap apa yang dikatakan oleh Al-Quran maupun hadith. Pemahaman ini menerima hadith secara holistik dengan tidak menyatakan bagaimana kedudukan hadith tersebut.
c. Ada juga yang mengatakan kitab panduan islam adalah Al-Quran dan hadith dan memang dalam hadith sendiri ada kekurangan yang tidak bisa disamakan segi kesohihannya dengan Al-quran, oleh karena itu dalam menerima hadith mestinya harus selektif. Namun sayang keselektifan pemahaman ini menurut guru atau pemimpinnya yang tidak menggunakan standar ilmu musthalah Al-Hadith.
d. Memang kitab panduan islam adalah Al-Quran dan hadith. Dan hadith sendiri tidak sama dengan Al-Quran dalam segi keshohiahnnya, hadith masih membutuhkan pengkajian dan penelitian lebih lanjut sehingga hadith itu bisa dikatakan sebagai hadith yang shohih, oleh karena itu dalam pengamalan islam seseorang dapat dikatakan benar bila berpagang pada Al-Quran dan hadith yang shohih, hadith yang shohih disini tidak bisa mengatas namakan pemimpin ataupun amirnya tetapi harus menggunakan standar ilmu musthalah alhadith.







0 komentar:
Posting Komentar